Rabu, 05 Oktober 2016

STORY OF MY LIFE

Perkenalkan nama saya Riska Indah Safitri, biasa dipanggil riska . Saya lahir di Semarang, 08 Februari 1997 . Saya lahir dari pasangan suami istri Sugiyanto dan Sri Eko Lestari . Saya anak pertama dari 3 bersaudara , memiliki 2 saudara perempuan yang masih duduk dikelas 3 SMP dan yang satu lagi masih berumur 5 tahun.Dari saya lahir hingga saat ini saya masih bertempat tinggal ditempat yang sama di Jalan Taman Srirejeki Selatan Rt 03 Rw 04, Kelurahan Kalibanteng Kidul, Semarang Barat, Kota Semarang.  Masa kecilku memang tak mudah , keterbatasan penghasilan orangtua dan pekerjaan orang tua yang belum menetap membuat perekonomian keluarga saya saat itu tidak begitu baik, namun karena kerja keras dan usaha orang tua, saya bisa masuk taman kanak – kanak seperti anak – anak yang lain , menikmati masa – masa bahagia menjadi anak kecil seperti yang lainnya. Hingga pada tahun 2002 saya mulai memasuki sekolah dasar yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah saya yaitu SDN Jatisari 01 , cukup lama saya menimba ilmu disekolah dasar sekitar 6 tahun disana saya belajar banyak hal bagaimana cara berhitung, membaca , bahkan berani tampil di muka umum . Ketika duduk dibangku SD saya sering di ikutkan berbagai perlombaan untuk mewakili sekolah saya seperti pidato, membaca puisi, dan lain sebagainya walaupun saya belum pernah memenangkan perlombaan satupun, tetapi dari situlah saya belajar banyak hal. Saya memang bukan siswi yang pandai , namun saya bisa menduduki peringkat 3 besar dari kelas 1 SD hingga kelas 6 SD. Saya memang tidak bisa membantu banyak soal keuangan karena saya masih kecil tapi setidaknya saya bisa membanggakan orang tua saya melalui hasil belajar yang baik . Mungkin karena saya anak pertama , sifat mandiri dan tanggung jawab sudah melekat pada diri saya sejak saya duduk dibangku sd . Dulu , uang Rp. 1.000 sangat berarti untuk saya, ketika yang lain bisa menghabiskan seluruh uang sakunya untuk jajan saya harus menyisihkan separuh uang saku saya untuk saya tabung sebab sewaktu – waktu saya membutuhkan sesuatu , saya tidak harus minta dengan orang tua saya . Waktu kecil saya tidak menghabiskan waktu hanya untuk bermain – bermain ria karena saat itu tidak ada waktu untuk bermain ketika saya mampu untuk membantu orang tua mengahasilkan pundi – pundi uang , mulai dari membantu bapak menjadi tukang pengantar susu hingga menjadi pemulung hanya untuk membiayai kebutuhan rumah dan sekolah saya . Saya tidak pernah mengeluh ataupun malu dengan apa yang telah saya lakukan saat itu . Memang pahit manisnya kehidupan hanya kita yang bisa menentukan , menjalaninya dengan ikhlas atau hanya mengeluh tanpa menemukan solusi . Sekitar tahun 2009 saya lulus dari sekolah dasar dengan nilai yang cukup baik dan saya bisa bisa masuk di salah satu sekolah menengah pertama yang cukup bagus yaitu di SMPN 30 Semarang . Selama duduk di bangku SMP saya tidak begitu mencolok dan nilai saya hanya pas – pas an saja , mungkin karena proses perkembangan dari anak – anak menuju remaja jadi saya melakukan segala hal sesuai dengan keinginan saya walaupun apa yang saya lakukan belum tentu baik untuk saya kedepannya . Orang tua saya selalu mengarahkan untuk terus focus belajar dengan baik tetapi yang namanya mulai remaja terkadang susah di atur dan bertingkah seenaknya , namun saya menikmati masa – masa SMP karena disana saya mendapatkan banyak teman – teman dan juga sahabat yang baik . Di SMP saya bisa mengembangkan bakat saya di dunia tarik suara, memiliki sebuah band sendiri dimana saya menjadi salah satu anggota didalamnya  , awalnya menyanyi hanya menjadi hobi yang hanya bisa saya lakukan ketika dirumah namun sejak saat itu menyanyi menjadi perantara sehingga saya berani tampil di muka umum dengan bakat yang saya memiliki. Tahun 2012 saya lulus dari sekolah menengah pertama dengan hasil yang tidak begitu memuaskan , nilai yang pas – pas an dan tidak tahu harus melanjutkan ke sekolah mana , di masa – masa inilah saya benar – benar di uji dengan berbagai pilihan yang tidak mengenakkan .Banyak cobaan dan pertentangan dengan orang tua hanya karena memilih sekolah, hingga saya sempat masuk di sekolahan swasta kurang lebih 1 tahun antara betah atau tidak betah , nyaman tidak nyaman saya melaluinya . Sejak saat itulah saya mulai sadar bahwa apa yang saya rasakan saat itu adalah hasil dari perbuatan saya dulu , perlahan saya mulai mengambil hikmah dari sikap saya dulu yang kurang baik. Memang di sekolahan tersebut saya termasuk siswi yang pandai , ya … karena bisa di hitung anak – anak yang serius belajar dan mereka yang hanya menjadikan sekolah sebagai formalitas belaka. Guru – guru di sekolah itu memang sangat baik dengan saya , dan saya juga memperoleh nilai sempurna  100 di mata pelajaran kejuruan dan nilai yang hampir sempurna di mata pelajaran yang lainnya , tetapi keadaan berkata lain saya mulai tidak menikmati bersekolah ditempat itu karena lingkungan yang tidak sesuai dengan seharusnya . Akhirnya saya minta ijin dengan orang tua saya untuk mencoba masuk ke SMK Negeri dan Alhamdulillah diterima di SMK Negeri 2 Semarang jurusan akuntansi. Mulai belajar dengan tekun dan memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi , memang banyak siswa yang pandai di SMK itu namun saya berusaha memberikaan yang terbaik untuk kedua orang tua saya , mulai menata masa depan yang lebih baik lagi demi cita –cita yang ingin diraih . Berawal dari siswi yang biasa – biasa saja tidak dikenal banyak orang namun memiliki banyak teman, mengikuti pembelajaran dengan baik hingga memperoleh peringkat yang baik hingga kelas XI , Namun pertengahan kelas XI saya sempat masuk rumah sakit karena penyakit usus buntu yang sudah parah , saya harus di rawat di rumah sakit hampir satu bulan dan menjalani proses penyembuhan hingga saat ini. Tidak banyak hal yang bisa saya lakukan namun setidaknya saya tidak merepotkan orang lain karena sakit yang saya alami. Nilai saya sempat turun , untung nya hanya turun sedikit . Menjelang naik kelas XII saya mengikuti seleksi LKS untuk mewakili sekolah dalam bidang mata lomba akuntansi , setelah melewati beberapa minggu seleksi saya terpilih untuk mewakili sekolah di perlombaan tingkat kota . Syukur Alhamdulillah saya dapat meraih juara 1 tingkat kota dan provinsi yang pelaksanaan nya hanya selisih satu bulan dari tingkat kota ke provinsi. Ilmu baru , teman baru dari berbagai wilayah saya dapatkan, pengalaman yang tak pernah terlupakan dapat mewakili Provinsi Jawa Tengah di tingkat nasional , bertemu dengan berbagai lawan dari pulau – pulau bagian Indonesia dari sabang sampai merauke melebur menjadi satu, mewakili provinsi masing – masing demi membanggakan orang – orang yang telah menaruhkan banyak harapan pada diri kita. Dan akhirnya saya bisa menjadi juara 3 di tingkat nasional , menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bisa membanggakan orang – orang disekitar terutama kedua orang tua saya. Saya tidak menyangka bahwa saya bisa membuktikan bahwa saya layak menjadi yang terbaik, saya menjadi begitu terkenal di sekolahan hanya karena memenangkan perlombaan tersebut .. hehe . Namun saya tidak menjadi sombong karena itu , menurut saya apa yang saya dapatkan saat itu bukan hanya karena usaha saya sendiri melainkan dorongan dan doa dari orang tua dan guru – guru yang telah membimbing saya hingga sampai berhasil seperti ini . Akan tetapi di lain sisi ada segelintir orang yang tak menyukai keberhasilan yang saya peroleh , mereka berfikir kemenangan yang saya peroleh saat itu hanya sebatas “BEJO” keberuntungan semata bukan karena saya memiliki kepandaian yang di atas rata – rata .  Memang saya akui , saya  bukanlah orang yang pandai , saya juga bukan siswi yang mencolok di sekolahan , saya hanya siswi biasa yang melakukan kewajiban ny sebagai seorang pelajar yang seharusnya dan apa yang saya peroleh itu karena usaha dan kerja keras. Terkadang saya berfikir , jika saya dikatakan sebagai orang yang beruntung berarti saya sangat bersyukur tapi apa dengan keberuntungan itu saja saya dapat berhasil tanpa adanya usaha dan doa ? orang – orang hanya bisa mencari keburukan dari orang lain tanpa melihat kebaikan yang ada dalam diri orang yang mereka cemooh itu . Untung saja , saya bukan orang yang mudah tersinggung dan sakit hati hanya karena perkataan yang berusaha menjatuhkan kepercayaan diri saya , justru dengan cemoohan itu saya bisa membuktikan bahwa saya layak untuk mendapatkan apa yang seharusnya saya dapatkan. Dulu, saya ingin mengikuti perlombaan itu hanya karena ingin mendapatkan sebuah piala , saya sering berangan – angan bisa memiliki sebuah piala,  ternyata apa yang saya harapkan jauh lebih baik dari angan – angan saya . Tahun 2016 menjadi tahun kelulusan saya dari sekolah menengah, memperoleh hasil yang cukup baik meski tidak menjadi lulusan yang terbaik bukanlah masalah. Di tahun ini lah saya harus mulai menentukan masa depan saya , melanjutkan perguruan tinggi atau mencari pekerjaan. Awalnya saya ingin bekerja sambil kuliah , namun guru – guru saya memberikan saran untuk mencoba perguruan tinggi negeri dan orang tua saya setuju dengan keputusan yang saya ambil untuk mencoba mendaftar perguruan tinggi negeri . Berawal dari SNMPTN , saya mengalami kegagalan dan saat itu saya mulai pasrah , mulai berfikir untuk mencari pekerjaan saja tetapi saya di motivasi terus menerus untuk mencoba SBNMPTN , akhirnya saya mencobanya dengan bekal ilmu yang saya pelajari hanya dalam satu hari saja , tidak terlalu yakin dapat lolos tetapi saya banyak berdoa . Ternyata keberuntungan masih menghampiri saya , saya berhasil masuk ke Universitas Negeri Semarang , prodi pendidikan akuntansi . Memang menyenangkan bisa masuk ke perguruan tinggi namun tidak menyenangkan ukt yang saya peroleh , saat itu ukt yang saya peroleh 4,1 juta . Saya mulai berfikir , apa saya masih bisa melanjutkan perkuliahan sedangkan ukt perkuliahan yang saya peroleh sebesar itu sedangkan gaji orang tua saya bisa di katakan hanya cukup untuk keperluan dirumah dan menyekolahkan adek – adek saya .  Mulai pasrah dengan keadaan , jika memang tidak diijinkan untuk kuliah saat ini mungkin tahun depan pikirku . Namun Allah berkata lain , Allah memberikan jalan melalui orang – orang di sekitar saya , saya di bantu untuk meminta keringanan kepada wakil rektor dan Alhamdulillah saya diberikan keringanan dan bisa melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Semarang. Dan ini adalah waktu dimana saya harus bersungguh – sungguh untuk menggapai cita – cita saya dan memberikan yang terbaik bukan hanya untuk orang tua saya tetapi juga untuk orang – orang di sekitar saya yang selalu membantu dan mensupport saya sehingga saya bisa berada di titik akhir kelulusan wisuda kelak . Semoga di universitas ini saya bisa memberikan kebanggaan dan tidak mengecewakan siapapun . Amin ….