STORY OF MY LIFE
Perkenalkan nama saya
Riska Indah Safitri, biasa dipanggil riska . Saya lahir di Semarang, 08
Februari 1997 . Saya lahir dari pasangan suami istri Sugiyanto dan Sri Eko
Lestari . Saya anak pertama dari 3 bersaudara , memiliki 2 saudara perempuan
yang masih duduk dikelas 3 SMP dan yang satu lagi masih berumur 5 tahun.Dari
saya lahir hingga saat ini saya masih bertempat tinggal ditempat yang sama di
Jalan Taman Srirejeki Selatan Rt 03 Rw 04, Kelurahan Kalibanteng Kidul,
Semarang Barat, Kota Semarang. Masa
kecilku memang tak mudah , keterbatasan penghasilan orangtua dan pekerjaan
orang tua yang belum menetap membuat perekonomian keluarga saya saat itu tidak
begitu baik, namun karena kerja keras dan usaha orang tua, saya bisa masuk
taman kanak – kanak seperti anak – anak yang lain , menikmati masa – masa
bahagia menjadi anak kecil seperti yang lainnya. Hingga pada tahun 2002 saya
mulai memasuki sekolah dasar yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah saya
yaitu SDN Jatisari 01 , cukup lama saya menimba ilmu disekolah dasar sekitar 6
tahun disana saya belajar banyak hal bagaimana cara berhitung, membaca , bahkan
berani tampil di muka umum . Ketika duduk dibangku SD saya sering di ikutkan
berbagai perlombaan untuk mewakili sekolah saya seperti pidato, membaca puisi,
dan lain sebagainya walaupun saya belum pernah memenangkan perlombaan satupun,
tetapi dari situlah saya belajar banyak hal. Saya memang bukan siswi yang
pandai , namun saya bisa menduduki peringkat 3 besar dari kelas 1 SD hingga
kelas 6 SD. Saya memang tidak bisa membantu banyak soal keuangan karena saya
masih kecil tapi setidaknya saya bisa membanggakan orang tua saya melalui hasil
belajar yang baik . Mungkin karena saya anak pertama , sifat mandiri dan
tanggung jawab sudah melekat pada diri saya sejak saya duduk dibangku sd . Dulu
, uang Rp. 1.000 sangat berarti untuk saya, ketika yang lain bisa menghabiskan
seluruh uang sakunya untuk jajan saya harus menyisihkan separuh uang saku saya
untuk saya tabung sebab sewaktu – waktu saya membutuhkan sesuatu , saya tidak
harus minta dengan orang tua saya . Waktu kecil saya tidak menghabiskan waktu
hanya untuk bermain – bermain ria karena saat itu tidak ada waktu untuk bermain
ketika saya mampu untuk membantu orang tua mengahasilkan pundi – pundi uang ,
mulai dari membantu bapak menjadi tukang pengantar susu hingga menjadi pemulung
hanya untuk membiayai kebutuhan rumah dan sekolah saya . Saya tidak pernah
mengeluh ataupun malu dengan apa yang telah saya lakukan saat itu . Memang
pahit manisnya kehidupan hanya kita yang bisa menentukan , menjalaninya dengan
ikhlas atau hanya mengeluh tanpa menemukan solusi . Sekitar tahun 2009 saya
lulus dari sekolah dasar dengan nilai yang cukup baik dan saya bisa bisa masuk
di salah satu sekolah menengah pertama yang cukup bagus yaitu di SMPN 30
Semarang . Selama duduk di bangku SMP saya tidak begitu mencolok dan nilai saya
hanya pas – pas an saja , mungkin karena proses perkembangan dari anak – anak
menuju remaja jadi saya melakukan segala hal sesuai dengan keinginan saya
walaupun apa yang saya lakukan belum tentu baik untuk saya kedepannya . Orang
tua saya selalu mengarahkan untuk terus focus belajar dengan baik tetapi yang
namanya mulai remaja terkadang susah di atur dan bertingkah seenaknya , namun
saya menikmati masa – masa SMP karena disana saya mendapatkan banyak teman –
teman dan juga sahabat yang baik . Di SMP saya bisa mengembangkan bakat saya di
dunia tarik suara, memiliki sebuah band sendiri dimana saya menjadi salah satu
anggota didalamnya , awalnya menyanyi
hanya menjadi hobi yang hanya bisa saya lakukan ketika dirumah namun sejak saat
itu menyanyi menjadi perantara sehingga saya berani tampil di muka umum dengan
bakat yang saya memiliki. Tahun 2012 saya lulus dari sekolah menengah pertama
dengan hasil yang tidak begitu memuaskan , nilai yang pas – pas an dan tidak
tahu harus melanjutkan ke sekolah mana , di masa – masa inilah saya benar –
benar di uji dengan berbagai pilihan yang tidak mengenakkan .Banyak cobaan dan
pertentangan dengan orang tua hanya karena memilih sekolah, hingga saya sempat
masuk di sekolahan swasta kurang lebih 1 tahun antara betah atau tidak betah ,
nyaman tidak nyaman saya melaluinya . Sejak saat itulah saya mulai sadar bahwa
apa yang saya rasakan saat itu adalah hasil dari perbuatan saya dulu , perlahan
saya mulai mengambil hikmah dari sikap saya dulu yang kurang baik. Memang di
sekolahan tersebut saya termasuk siswi yang pandai , ya … karena bisa di hitung
anak – anak yang serius belajar dan mereka yang hanya menjadikan sekolah sebagai
formalitas belaka. Guru – guru di sekolah itu memang sangat baik dengan saya ,
dan saya juga memperoleh nilai sempurna 100
di mata pelajaran kejuruan dan nilai yang hampir sempurna di mata pelajaran
yang lainnya , tetapi keadaan berkata lain saya mulai tidak menikmati
bersekolah ditempat itu karena lingkungan yang tidak sesuai dengan seharusnya .
Akhirnya saya minta ijin dengan orang tua saya untuk mencoba masuk ke SMK
Negeri dan Alhamdulillah diterima di SMK Negeri 2 Semarang jurusan akuntansi.
Mulai belajar dengan tekun dan memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi ,
memang banyak siswa yang pandai di SMK itu namun saya berusaha memberikaan yang
terbaik untuk kedua orang tua saya , mulai menata masa depan yang lebih baik
lagi demi cita –cita yang ingin diraih . Berawal dari siswi yang biasa – biasa
saja tidak dikenal banyak orang namun memiliki banyak teman, mengikuti pembelajaran
dengan baik hingga memperoleh peringkat yang baik hingga kelas XI , Namun
pertengahan kelas XI saya sempat masuk rumah sakit karena penyakit usus buntu
yang sudah parah , saya harus di rawat di rumah sakit hampir satu bulan dan
menjalani proses penyembuhan hingga saat ini. Tidak banyak hal yang bisa saya
lakukan namun setidaknya saya tidak merepotkan orang lain karena sakit yang
saya alami. Nilai saya sempat turun , untung nya hanya turun sedikit .
Menjelang naik kelas XII saya mengikuti seleksi LKS untuk mewakili sekolah
dalam bidang mata lomba akuntansi , setelah melewati beberapa minggu seleksi
saya terpilih untuk mewakili sekolah di perlombaan tingkat kota . Syukur
Alhamdulillah saya dapat meraih juara 1 tingkat kota dan provinsi yang
pelaksanaan nya hanya selisih satu bulan dari tingkat kota ke provinsi. Ilmu
baru , teman baru dari berbagai wilayah saya dapatkan, pengalaman yang tak
pernah terlupakan dapat mewakili Provinsi Jawa Tengah di tingkat nasional ,
bertemu dengan berbagai lawan dari pulau – pulau bagian Indonesia dari sabang
sampai merauke melebur menjadi satu, mewakili provinsi masing – masing demi
membanggakan orang – orang yang telah menaruhkan banyak harapan pada diri kita.
Dan akhirnya saya bisa menjadi juara 3 di tingkat nasional , menjadi sebuah
kebanggaan tersendiri bisa membanggakan orang – orang disekitar terutama kedua
orang tua saya. Saya tidak menyangka bahwa saya bisa membuktikan bahwa saya
layak menjadi yang terbaik, saya menjadi begitu terkenal di sekolahan hanya
karena memenangkan perlombaan tersebut .. hehe . Namun saya tidak menjadi
sombong karena itu , menurut saya apa yang saya dapatkan saat itu bukan hanya
karena usaha saya sendiri melainkan dorongan dan doa dari orang tua dan guru –
guru yang telah membimbing saya hingga sampai berhasil seperti ini . Akan
tetapi di lain sisi ada segelintir orang yang tak menyukai keberhasilan yang
saya peroleh , mereka berfikir kemenangan yang saya peroleh saat itu hanya
sebatas “BEJO” keberuntungan semata bukan karena saya memiliki kepandaian yang
di atas rata – rata . Memang saya akui ,
saya bukanlah orang yang pandai , saya
juga bukan siswi yang mencolok di sekolahan , saya hanya siswi biasa yang
melakukan kewajiban ny sebagai seorang pelajar yang seharusnya dan apa yang
saya peroleh itu karena usaha dan kerja keras. Terkadang saya berfikir , jika
saya dikatakan sebagai orang yang beruntung berarti saya sangat bersyukur tapi
apa dengan keberuntungan itu saja saya dapat berhasil tanpa adanya usaha dan
doa ? orang – orang hanya bisa mencari keburukan dari orang lain tanpa melihat
kebaikan yang ada dalam diri orang yang mereka cemooh itu . Untung saja , saya
bukan orang yang mudah tersinggung dan sakit hati hanya karena perkataan yang
berusaha menjatuhkan kepercayaan diri saya , justru dengan cemoohan itu saya
bisa membuktikan bahwa saya layak untuk mendapatkan apa yang seharusnya saya
dapatkan. Dulu, saya ingin mengikuti perlombaan itu hanya karena ingin
mendapatkan sebuah piala , saya sering berangan – angan bisa memiliki sebuah
piala, ternyata apa yang saya harapkan
jauh lebih baik dari angan – angan saya . Tahun 2016 menjadi tahun kelulusan
saya dari sekolah menengah, memperoleh hasil yang cukup baik meski tidak
menjadi lulusan yang terbaik bukanlah masalah. Di tahun ini lah saya harus
mulai menentukan masa depan saya , melanjutkan perguruan tinggi atau mencari
pekerjaan. Awalnya saya ingin bekerja sambil kuliah , namun guru – guru saya
memberikan saran untuk mencoba perguruan tinggi negeri dan orang tua saya
setuju dengan keputusan yang saya ambil untuk mencoba mendaftar perguruan
tinggi negeri . Berawal dari SNMPTN , saya mengalami kegagalan dan saat itu
saya mulai pasrah , mulai berfikir untuk mencari pekerjaan saja tetapi saya di
motivasi terus menerus untuk mencoba SBNMPTN , akhirnya saya mencobanya dengan
bekal ilmu yang saya pelajari hanya dalam satu hari saja , tidak terlalu yakin
dapat lolos tetapi saya banyak berdoa . Ternyata keberuntungan masih
menghampiri saya , saya berhasil masuk ke Universitas Negeri Semarang , prodi pendidikan
akuntansi . Memang menyenangkan bisa masuk ke perguruan tinggi namun tidak
menyenangkan ukt yang saya peroleh , saat itu ukt yang saya peroleh 4,1 juta .
Saya mulai berfikir , apa saya masih bisa melanjutkan perkuliahan sedangkan ukt
perkuliahan yang saya peroleh sebesar itu sedangkan gaji orang tua saya bisa di
katakan hanya cukup untuk keperluan dirumah dan menyekolahkan adek – adek saya
. Mulai pasrah dengan keadaan , jika
memang tidak diijinkan untuk kuliah saat ini mungkin tahun depan pikirku .
Namun Allah berkata lain , Allah memberikan jalan melalui orang – orang di
sekitar saya , saya di bantu untuk meminta keringanan kepada wakil rektor dan
Alhamdulillah saya diberikan keringanan dan bisa melanjutkan kuliah di
Universitas Negeri Semarang. Dan ini adalah waktu dimana saya harus bersungguh
– sungguh untuk menggapai cita – cita saya dan memberikan yang terbaik bukan
hanya untuk orang tua saya tetapi juga untuk orang – orang di sekitar saya yang
selalu membantu dan mensupport saya sehingga saya bisa berada di titik akhir
kelulusan wisuda kelak . Semoga di universitas ini saya bisa memberikan
kebanggaan dan tidak mengecewakan siapapun . Amin ….